Lihat juga : » Daftar/Tabel Program Studi  » Program Studi Lainnya| Nama Program Studi | : | Kehutanan (S-1) | | Rumpun Ilmu | : | Ilmu Kehutanan | | Konsentrasi / Kekhususan / Peminatan | : | ✰ | | Gelar / Sebutan Lulusan | : | Sarjana Kehutanan | | Singkatan Gelar sesuai EYD | : | S.Hut. | | Singkatan Gelar yang populer (digunakan masyarakat / umum) | : | S.Hut. | | PTS Penyelenggara (silakan klik) | : | ✰ UM Palangkaraya - Universitas Muhammadiyah Palangkaraya | | Beban Studi dan Masa Studi : | Lulusan SMA/SMU, SMK, sederajat melanjutkan ke S1 Kehutanan | Beban Studi = 144 - 152 sks | Masa Studi = 8 semester | Lulusan D3, Politeknik, sederajat melanjutkan ke S1 Kehutanan | Beban Studi = 40 - 46 sks (bila tidak sebidang ilmu ditambah 2 - 21 sks, tergantung program studinya) | Masa Studi = 3 semester | Lulusan D2, S1, D1, pindahan melanjutkan ke S1 Kehutanan | Beban Studi = dihitung dari sisa sks | Masa Studi = Dihitung sisa sks |
| | Kurikulum / Mata Kuliah | : | Lihat di bawah ini | | Prospektus (Tujuan, Kompetensi, Prospek Kerja / Karir Lulusan) | : | Lihat di bawah ini |
Gelar/sebutan tersebut di atas adalah gelar yang sering digunakan (belum tentu digunakan PTS terkait).
Mengenai gelar (untuk S1, S2, S3) atau sebutan (untuk diploma) yang digunakan oleh perguruan tinggi di Indonesia saat ini sudah tidak baku (tidak standard) lagi, walaupun pemerintah telah membuat peraturannya, namun sebagian besar perguruan tinggi hanya mematuhi sebagian dari peraturan tersebut. Hal ini tidak dapat disalahkan, karena perkembangan rumpun ilmu yang sangat pesat dan memunculkan cabang-cabang ilmu baru yang merupakan integrasi dari beberapa rumpun ilmu, sehingga menyulitkan perguruan tinggi untuk mengelompokkan cabang tersebut terhadap rumpun ilmu yang dibuat pemerintah.
Demikian pula dengan cara membuat singkatan gelar/sebutan tersebut, masyarakat cenderung membuat singkatan sendiri yang justru lebih populer dibandingkan aturan EYD Bahasa Indonesia.
Di bawah ini diberikan kurikulum/mata kuliah dan prospektus (kompetensi alumnus, prospek kerja/karir lulusan, dsb). Untuk mata kuliah program studi Kehutanan (S-1) yang disampaikan disini adalah irisan (dan sebagian gabungan) dari kurikulum beberapa perguruan tinggi, sehingga dimungkinkan beberapa mata kuliah pilihan tidak ada di perguruan terkait, atau nama mata kuliahnya sedikit berbeda.
S1 Kehutanan merupakan ilmu yang secara komprehensif mempelajari fungsi dan penggunaan dari ekosistem hutan seperti, keanekaragaman hayati, konservasi lingkungan, teknologi kehutanan, hukum penebangan hutan, dan lain-lain. Selain itu akan dipelajari juga bagaimana memanfaatkan hasil hutan tanpa merusak ekosistem hutan itu sendiri.
Tujuan Pendidikan :- Menghasilkan Sarjana Kehutanan yang memiliki kemampuan sebagai manager, konsultan, penggerak, peneliti dan pelaku wirausaha di bidang Kehutanan yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian Sarjana Kehutanan memiliki loyalitas terhadap negara serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral,dan etika.
- Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan inovasi teknologi kehutanan bagi terwujudnya pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan.
- Menyelenggarakan pengabdian pada masyarakat melalui pendayagunaan inovasi teknologi di bidang kehutanan serta meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mengimplementasikan pemanfaatan sumberdaya hutan berkelanjutan.
- Dsb.
Kompetensi Lulusan S1 Kehutanan Kompetensi utama:- Menguasai pengetahuan dan memiliki keterampilan dalam bidang kehutanan
- Mampu dalam mengidentifikasi masalah dan merumuskan pemecahan masalah melalui pendekatan ilmiah
- Mampu menjadi inovator di dalam masyarakat untuk melestarikan sumberdaya hutan dan produksi kehutanan yang berkelanjutan
- Mampu untuk menyediakan jasa konsultasi dan supervisi serta melaksanakan kegiatan produktif di bidang kehutanan dan yang terkait
- Dsb.
Profesi dan Karir Lulusan S1 Kehutanan Pengusaha Selain menjadi pengusaha kayu, bisa menjadi pengusaha di bidang ekowisata (ecotourism).
Instansi Kepemerintahan atau BUMN Bisa bekerja di instansi pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu juga bisa bekerja di BUMN, misalnya Perhutani, Inhutani, dan Perkebunan Nusantara.
NGO atau LSM Bekerja di NGO (Non Government Organization) dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Pasalnya, kondisi hutan di Indonesia yang sangat kritis membutuhkan para ahli-ahli di bidang kehutanan.
Lembaga Penelitian Bisa berkarier sebagai seorang peneliti sekaligus memberikan ilmu pengetahuan di dunia kehutanan. Bisa juga bekerja di LIPI, BPPT, dan lainnya, maupun internasional seperti ICRAF, AGFOR, CIFOR, PROFAUNA, dan sebagainya.
Manajemen Satwa Liar Jika lebih senang dengan dunia satwa bisa berkarier sebagai manajer atau pengelola satwa liar. Disitu akan bertanggung jawab untuk memastikan hewan yang terkena dampak pembangunan manusia dalam kondisi aman dan sehat.
Pemetaan Hutan Bekerja di bidang pemetaan hutan yang bertugas melakukan pemetaan lahan yang akan dibatasi untuk hutan lindung atau hutan produksi, dan lainnya.
Manajemen Satwa Liar Bertugas menjaga hutan beserta semua makhluk hidup yang ada di dalamnya.
|
|
| |
| |